Thursday, 19 October 2017

Pertama Mengenal Investasi di Paper Asset

Saya mengenal investasi di paper asset pada tahun 2015, setelah membaca Buku Magnet Rezeki Karya Ipho Santoso dan Ahmad Ghazali. Setelah membaca buku tersebut, saya tertarik untuk menginvestasikan sebagian dari gaji saya ke Reksadana.
Kendala utama saya adalah saya tinggal di plosok Indonesia. Sehingga informasi yang saya dapatkan hanya mengandalkan internet. Bertanya ke teman? Mana ada yang tahu di pelosok begini. Ketika saya berencana membeli reksadana saja teman saya malah nakut-nakutin, awas kena tipu lho..!
Masalahnya adalah, saya tidak tahu bagaimana cara membeli reksadana tersebut. Setelah berselancar di dunia maya akhirnya saya tahu jika kita ingin membeli reksadana harus melalui agen penjual, dan salah satunya adalah bank.
Di daerah saya, bank yang ada kantor cabangnya itu hanya BRI, dan ketika saya bertanya tentang reksadana kepada Customer Service, dia malah kebingungan. Pupus lah harapan saya untuk berinvestasi.
Tak menyerah sampai di situ, saya terus mencari informasi bagaimana cara membeli reksadana secara online. Dan akhirnya saya menemukan agen penjual reksadana online yaitu IPOT.
Keunggulan dari IPOT ini adalah, saya tidak perlu datang ke kantornya, saya cukup isi data di websitenya dan kirim berkas fisik yang diminta melalui jasa ekspedisi.  Kurang lebih satu minggu setelah mengirim berkas fisik, akhirnya akun saya telah jadi, saya dikirim nomor RDI (Rekening Dana Investor), username, password dan pin transaksi.
Dengan modal kepercayaan kepada IPOT, akhirnya saya resmi menjadi nasabah IPOT. Dan reksadana pertama yang saya beli adalah BNP Paribas Pesona Syariah.
Waktu pertama beli reksadana itu sekitar bulan agustus 2015, dan pasar saham sedang sedikit crash, reksadana saya sempat minus 20% dalam satu bulan.  Dari sini saya mulai mengetahui ternyata korelasi antara IHSG (Index Harga Saham Gabungan) dengan reksadana saham itu sangat erat.
Dari pengalaman tersebut saya menjadi tahu, kapan waktu terbaik membeli reksadana, yaitu saat IHSG merah. Setiap bulan saya cicil terus itu reksadana dari sisa gaji saya, pokonya gaji masuk saya langsung siapkan buat beli reksadana, jika IHSG merah, saya beli, jika IHSG masih hijau saya tunggu.

Hasilnya? Lumayan. Dari semua reksadana yang saya beli, semuanya untung. Keuntungan tertinggi sampai 25% per tahun.
jadi, dari sinilah semuanya dimulai.

No comments:

Post a Comment

Pertama Mengenal Investasi di Paper Asset

Saya mengenal investasi di paper asset pada tahun 2015, setelah membaca Buku Magnet Rezeki Karya Ipho Santoso dan Ahmad Ghazali. Setelah ...